Dalam sebuah perhelatan akbar yang mengangkat peran perempuan dalam industri properti, ARES 2025 Power Women mencuri perhatian. Acara tersebut diadakan di Bangkok dan menampilkan sejumlah pemimpin wanita yang berkontribusi signifikan bagi perkembangan kota-kota di Asia.
Kepemimpinan perempuan dalam sektor properti tidak hanya menjadi sorotan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Berbagai pencapaian mereka memberikan inspirasi bagi generasi mendatang untuk menjadikan sektor ini lebih terbuka bagi semua.
Dengan tema “Pasar Tepercaya dan Komunitas yang Berkembang”, acara tersebut mengakui empat wanita luar biasa atas inovasi dan dedikasi mereka. Momen ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi platform untuk mendorong diskusi tentang masa depan industri.
Perempuan yang Mendobrak Batas dalam Industri Properti
Marine Novita, salah satu penerima penghargaan, merupakan sosok kunci di balik platform MilikiRumah.com. Kewirausahaannya berfokus pada memberikan alternatif kepemilikan rumah yang lebih berkeadilan di Indonesia.
Keberanian Novita untuk menantang sistem keuangan tradisional dibahas dalam banyak forum. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, ia memperkenalkan skema sewa-beli yang inovatif, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat.
Dengan pencapaiannya, Novita bukan hanya membuktikan kapasitas perempuan dalam bisnis, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang signifikan. Ambisinya adalah untuk menjadikan kepemilikan rumah bukanlah hal yang sulit dijangkau oleh masyarakat.
Kontribusi Perempuan dalam Sektor Perhotelan dan Keberlanjutan
Marisa Sukosol Nunbhakdi juga mendapat perhatian dalam acara tersebut. Sebagai eksekutif di The Sukosol Hotels, dia berfokus pada peningkatan keamanan wisatawan, terutama perempuan, di Thailand.
Melalui dedikasinya, Marisa memastikan bahwa industri perhotelan Thailand lebih inklusif dan aman. Dia mempromosikan langkah-langkah yang mengedepankan kenyamanan bagi semua pelancong, menciptakan lingkungan yang ramah.
Di sisi lain, Serina Hijjas, seorang arsitek dari Malaysia, telah berkontribusi dalam inisiatif bangunan hijau. Karyanya tidak hanya memenuhi standar arsitektur, tetapi juga berfungsi sebagai solusi terhadap isu-isu lingkungan.
Dampak Berkepanjangan bagi Komunitas Global
Perempuan-perempuan ini, termasuk Duta Besar Chantale Wong, menjadi teladan bagi banyak orang. Wong dikenal sebagai pionir dalam pengembangan internasional, yang menginspirasi banyak orang dengan merepresentasikan komunitas LGBTQ+ dalam diplomasi.
Pengalamannya dalam melaksanakan proyek infrastruktur berkelanjutan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif adalah kunci. Keberadaan mereka di posisi strategis memberi harapan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Empat penerima penghargaan ini mencerminkan perlunya mendukung perempuan dalam industri yang sering didominasi laki-laki. Penghargaan ini mengingatkan kita akan pentingnya melihat peran mereka dalam perencanaan dan pengembangan yang berkelanjutan.
