Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menunjukkan komitmennya dalam penataan kawasan kumuh di Jakarta. Dalam upaya ini, mereka melibatkan masyarakat secara langsung melalui pendekatan gotong royong, tanpa memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat.
Pada Rabu, 31 Desember 2025, proyek renovasi dimulai di Kelurahan Menteng, Jakarta, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara keseluruhan. Proyek ini menjanjikan hasil yang lebih optimal dengan keterlibatan langsung warga.
Dengan adanya kerja sama antara kementerian dan berbagai pihak, semangat gotong royong diharapkan dapat menjadi model untuk proyek serupa di masa mendatang. Renovasi yang berlangsung saat ini merupakan indikasi awal dari perubahan yang lebih besar yang akan datang.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua unit rumah yang sedang dalam proses renovasi. Progres renovasi tersebut telah mencapai 70 persen dan diharapkan bisa selesai pada pertengahan Januari 2026.
“Contoh nyata ini menunjukkan bahwa kolaborasi dapat mempercepat dan memperbaiki hunian dengan lebih efektif,” ungkap Maruarar. Hal ini juga menjadi momentum bagi program-program lain di sektor perumahan yang menjadi prioritas pemerintah.
Ke depan, rencananya kementerian akan melakukan renovasi sekitar 50 rumah sekaligus menata kawasan kumuh di Menteng tanpa menggunakan APBN. Fokus utama adalah bukan hanya pada rumah, tetapi juga pada penataan lingkungan sekitar.
Program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yang berkomitmen untuk menyusun desain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya. Desain yang baik akan memberikan dampak positif pada kualitas hunian dan lingkungan.
“Kami berharap kawasan ini tidak hanya diperbaiki secara struktural, tetapi juga estetis. Dengan bantuan IAI, kami bisa menciptakan hunian yang lebih layak dan nyaman,” jelas Maruarar. Hal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Peningkatan Ekonomi Melalui Penataan Kawasan Tematik
Menjelang tahun 2026, Kementerian PKP bersama Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan kawasan Menteng sebagai kawasan tematik. Salah satu konsep yang akan diusung adalah kampung kuliner yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus perekonomian setempat.
Konsep kampung kuliner ini diharapkan dapat menarik pengunjung, sehingga memberikan dampak positif bagi usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, warga setempat bisa mendapatkan keuntungan dari adanya kegiatan tersebut.
Selain itu, penataan kawasan tematik juga akan menciptakan suasana yang lebih hidup dan menarik bagi penduduk serta wisatawan. Dengan peningkatan infrastruktur yang baik, kawasan ini bisa menjadi salah satu lokasi unggulan di Jakarta.
Maruarar menekankan pentingnya dialog dengan masyarakat sebelum pelaksanaan program. “Kami ingin mendengar langsung pendapat warga mengenai rencana ini agar semua pihak merasa terlibat dan mendukung program yang akan dilaksanakan,” ujarnya.
Tindakan ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam melibatkan masyarakat dalam setiap rencana yang berkaitan dengan hunian dan lingkungan. Keterlibatan ini diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki di antara masyarakat terhadap lingkungan mereka sendiri.
Kemandirian Masyarakat dalam Meningkatkan Kualitas Hunian
Pada tahun 2026, Kementerian PKP juga akan mengalokasikan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 2.000 rumah untuk warga DKI Jakarta. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kualitas hunian mereka.
Bantuan ini akan diberikan agar masyarakat dapat memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Diharapkan program ini mampu menciptakan kemandirian bagi masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hunian mereka masing-masing.
“Kami ingin mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Dengan adanya bantuan, masyarakat diharapkan bisa lebih termotivasi untuk meningkatkan lingkungan tempat tinggalnya,” kata Maruarar.
Program BSPS merupakan salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah dalam rangka menciptakan perumahan yang lebih baik dan layak huni. Dengan cara ini, kualitas hidup masyarakat diharapkan bisa meningkat secara bertahap.
Dalam jangka panjang, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman. Masyarakat akan lebih berdaya dan memiliki akses terhadap hunian yang berkualitas.
Kesinambungan Program dan Keterlibatan Masyarakat
Melalui program-program yang ada, Kementerian PKP menargetkan agar penataan kawasan kumuh dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. Kesinambungan program ini menjadi sangat penting agar hasil yang dicapai dapat bertahan lama.
Pentingnya dialog dan keterlibatan masyarakat dalam setiap langkah perencanaan dan pelaksanaan menjadi salah satu kunci agar program ini berjalan dengan baik. Dengan begitu, kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.
“Interaksi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial. Kami akan terus berupaya untuk transparan dan terbuka dalam setiap rencana yang akan dilaksanakan,” ucap Maruarar.
Adapun keberhasilan penataan kawasan kumuh akan tergantung pada komitmen semua pihak. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menjadikan program ini lebih efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dengan pengembangan yang terencana dan kolaborasi yang baik, daerah-daerah kumuh di Jakarta bisa bertransformasi menjadi kawasan yang lebih layak dan ramah untuk dihuni. Seiring waktu, semangat gotong royong akan terus menjadi landasan untuk setiap upaya perbaikan yang dilakukan.
