Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Muaro Pisang di Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini hidup dalam ketakutan. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menimbulkan keresahan mendalam, dengan banyak keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka.
Situasi semakin parah ketika bunyi gemuruh dari hulu sungai mulai terdengar secara terus-menerus. Salah seorang warga, Wita, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya sudah tidak bisa tidur sejak terjadinya bencana tersebut, menambah daftar panjang masalah yang harus mereka hadapi.
Pihak berwenang juga mengonfirmasi peningkatan jumlah pengungsi, dengan angka yang melonjak dari 25 kepala keluarga menjadi 44 kepala keluarga. Para pengungsi kini berkumpul di musala, rumah warga, dan tempat-tempat lain yang dianggap lebih aman.
Kesulitan Masyarakat Pasca Banjir Bandang
Setiap malam, warga Pasar Maninjau merasa terjaga dari ketakutan, akibat ancaman banjir bandang yang kembali mengintai. Dalam situasi ini, mereka menghadapi banyak kendala, termasuk kurangnya tempat tinggal yang aman dan keterbatasan akses bantuan.
Menurut Wita, selain terpaksa mengungsi, mereka juga harus memikirkan kesehatan dan kenyamanan anak-anak.”Kami semua sangat cemas, dorongan untuk kembali ke rumah hanya untuk melihat kerusakan semakin menambah rasa ketidakpastian,” jelasnya.
Di tengah keadaan genting ini, pemerintah daerah berupaya mencari solusi untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Diskusi tentang penanganan masalah ini tidak terlepas dari keinginan untuk melindungi keselamatan warga dari banjir yang mungkin terjadi lagi.
Upaya Penanganan dan Mitigasi Banjir Bandang
Anggota DPRD Agam, Albert, menekankan perlunya kajian ilmiah mengenai kultur tanah di sekitar area hulu sungai. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih baik tentang mengapa banjir bandang sering terjadi.
Pemerintah juga telah meminta pihak terkait, seperti Pemprov Sumbar dan BWS V, untuk melakukan peninjauan terkait kondisi di lokasi tersebut. Tujuannya adalah untuk mencari solusi yang mendasar dalam pengendalian aliran air dan material yang dapat menyebabkan bencana lebih lanjut.
Langkah konkret ini diharapkan dapat mengurangi risiko timbulnya bencana, serta memberikan ketenangan bagi masyarakat yang kini merasa terancam. Semua pihak harus bekerja sama untuk menemukan cara terbaik dalam menangani masalah ini.
Pentingnya Kesadaran dan Persiapan di Masyarakat
Kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana menjadi kunci dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini. Banyak warga kini mulai aktif mencari informasi seputar tindakan preventif untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.
Masyarakat di Jorong Pasar Maninjau khawatir jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, mereka akan terus hidup dalam ancaman. Rasa ketidakpastian ini membuat banyak dari mereka merasa tidak nyaman meski telah mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang risiko bencana juga sangat penting. Edukasi mengenai langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi banjir atau longsor dapat mengurangi jumlah korban dan dampak yang ditimbulkan.
