Insiden penembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyebabkan kepanikan dan tragedi yang merenggut nyawa. Pesawat Cessna PK-SNR yang dimiliki oleh PT Smart Air Aviation, dalam perjalanannya dari Tanah Merah menuju Koroway Batu, menjadi target serangan yang tidak terduga.
Kejadian tragis ini berlangsung pada Rabu, 11 Februari, ketika pesawat tersebut baru saja mendarat. Menurut Kabiro Humas dan Data Kemenko Polkam, Kolonel Inf Honi Havana, pihaknya sudah mendapatkan laporan awal dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden memilukan ini.
Polda Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam. Wakapolda Papua, Brigjen Faizal Ramadhani, juga terjun langsung untuk memimpin tim yang akan menyelidiki peristiwa ini secara menyeluruh.
Rincian Insiden Penembakan di Bandara Koroway Batu
Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT, saat pesawat Cessna tersebut baru saja tiba di Bandara Koroway Batu. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT, dan sesaat setelah mendarat, tembakan tiba-tiba berasal dari arah hutan yang berada di samping areal bandara.
Pihak kepolisian memastikan bahwa sebelum insiden tersebut terjadi, pesawat sudah mendapatkan izin pendaratan yang sesuai. Namun, situasi yang berlangsung setelah mendarat sangat membingungkan dan menegangkan bagi awak pesawat serta penumpangnya.
Setelah pesawat mendarat, pilot dan kopilot berusaha melindungi diri dan penumpang dari tembakan yang terus berdatangan. Keterampilan dan keberanian dari mereka sangat diuji dalam situasi darurat ini.
Dampak dari Penembakan: Korban Jiwa dan Penyintas
Akibat serangan tersebut, kedua pilot yang mengemudikan pesawat, Capt. Egon E dan Capt. Baskoro, meninggal dunia. Mereka sebelumnya sempat mengirimkan sinyal darurat melalui perangkat GPS tepat setelah pesawat mendarat, menandakan situasi yang sangat mendesak.
Melihat jumlah penumpang, ada total 13 orang yang berada di dalam pesawat, termasuk satu balita. Berita baiknya, semua penumpang berhasil melarikan diri dan selamat dari insiden tersebut, meskipun situasinya sangat mengerikan.
Para penumpang yang selamat segera mencari perlindungan di area hutan yang berdekatan dengan bandara. Berkat keberanian pilot dan kopilot yang berjuang untuk melindungi keselamatan mereka, semua penumpang bisa keluar dari situasi berbahaya tersebut.
Reaksi dan Tindakan Pihak Berwenang setelah Insiden
Pihak kepolisian, termasuk Polda Papua, segera mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab dan pelaku penembakan ini. Kerjasama dengan Satgas Operasi Damai Cartenz juga ditingkatkan untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.
Sekaligus, pihak kepolisian mengumpulkan data dan informasi dari saksi yang selamat untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai apa yang terjadi. langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut juga mulai dilakukan untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini.
Dampak dari insiden ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat setempat. Beberapa warga melaporkan merasa khawatir dan tidak aman setelah mendengar kabar tersebut, apalagi situasi keamanan di kawasan tersebut sudah cukup rentan.
