BP Tapera baru-baru ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, berkat kontribusinya dalam menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sepanjang tahun 2025. Prestasi ini terungkap saat acara akad massal yang dilaksanakan di Kota Serang, di mana banyak pihak terlibat dalam mendukung program perumahan ini.
Pada acara tersebut, sebanyak 50.030 KPR Sejahtera FLPP telah berhasil diakui dan diserahkan kuncinya kepada para penerima. Ini adalah momen bersejarah, di mana dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan bank peserta menghasilkan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan terjangkau.
Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan metode fisik dan daring. Di lokasi, 300 akad dilakukan langsung, sementara sisanya berlangsung secara online, melibatkan 39 bank penyalur yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Pencapaian BP Tapera dalam Menyalurkan FLPP Selama Tahun 2025
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi yang kuat antar pelaku industri perumahan untuk mencapai hasil yang optimal dalam penyaluran FLPP.
Heru menjelaskan bahwa data penyaluran FLPP menunjukkan angka yang menggembirakan. Dengan total 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun dari 39 bank penyalur, angka ini mencetak rekor baru dalam sejarah penyaluran FLPP.
Rumah subsidi yang disalurkan melalui program ini tersebar di 12.981 perumahan di 33 provinsi, mencakup 401 kabupaten atau kota. Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan program tersebut dan dampaknya bagi masyarakat.
Dukungan Pemerintah dalam Program FLPP
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sambutannya saat menghadiri acara ini, merasakan kebanggaan atas pencapaian yang dicapai. Ia menyatakan bahwa FLPP telah berkembang pesat sejak pertama kali diperkenalkan, dengan penambahan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat.
Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa program ini bermula dari kepemimpinan sebelumnya, dan kini diharapkan dapat ditingkatkan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Ia percaya bahwa tim yang solid dan komitmen dari semua pihak akan mendorong keberhasilan program.
Rasa terima kasih juga disampaikan oleh para penerima manfaat, yang berkesempatan mendapatkan rumah layak huni. Bantuan pemerintah ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebutuhan perumahan bagi MBR.
Analisis Penyaluran KPR Subsidi untuk MBR
Data menunjukkan bahwa penyaluran KPR subsidi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam empat tahun terakhir, penyaluran FLPP menunjukkan tren positif, dengan angka tertinggi mencapai lebih dari 200.000 unit setiap tahunnya.
Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri. Akad massal yang dilakukan menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang siap untuk memanfaatkan program tersebut agar bisa memiliki hunian.
Heru menegaskan bahwa kerja kolaboratif antara berbagai sektor telah berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan perumahan bagi MBR. Sebagai contoh, ia mencatat adanya peningkatan dari tahun ke tahun yang sangat signifikan.
Target Selanjutnya dan Rencana Dimasa Depan
Demi melanjutkan tren positif ini, BP Tapera sudah menyiapkan target untuk tahun 2026. Mereka berencana menyalurkan dana FLPP sebanyak 285 ribu unit rumah dengan total dana yang diperlukan mencapai Rp37,1 triliun.
Dana tersebut diharapkan berasal dari anggaran dan pengembalian pokok yang digulirkan kembali. Dengan alokasi yang strategis, BP Tapera berupaya memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat yang semakin meningkat.
Dengan semua pencapaian dan rencana yang ada, BP Tapera berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi sektor perumahan di Indonesia. Harapannya, program ini terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
