Jembatan darurat yang menghubungkan dua dusun di Desa Banjarsari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami putus kembali akibat terjangan banjir yang disebabkan cuaca ekstrem pada Jumat malam. Kejadian ini telah menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
“Kondisi jembatan darurat ini memang sangat rentan karena panjang bentangannya dan lokasi yang berada di jalur aliran air,” ungkap Ugas Irwanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo. Terputusnya jembatan ini berdampak pada mobilitas masyarakat, meskipun ada jalur alternatif yang dapat digunakan.
Banjir yang melanda wilayah tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam waktu dekat. Sebelumnya, jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Beji dan Dusun Banjarsari juga telah putus akibat banjir yang terjadi pada pertengahan bulan yang sama.
Pengawasan dan Penanganan Pasca Banjir
Pemerintah setempat segera melakukan peninjauan langsung guna mengevaluasi kerusakan yang terjadi pada jembatan darurat tersebut. Upaya ini dimaksudkan untuk merencanakan langkah-langkah penanganan dan perbaikan yang diperlukan. Ugas menuturkan bahwa jembatan yang panjang ini memang rentan dengan curah hujan yang tinggi.
Meski jembatan putus, pihak pemerintah meyakinkan bahwa masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Jembatan darurat tersebut bukan satu-satunya solusi, sehingga masih ada akses lain yang bisa dimanfaatkan.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk segera melakukan assessment atas kerusakan yang terjadi. Hal ini penting agar penanganan yang tepat dapat diambil sesuai dengan situasi di lapangan.
Langkah Pencegahan Terhadap Musim Hujan
Pemerintah daerah telah bekerja sama dengan BPBD untuk terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi jembatan yang putus. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat agar tidak melintasi area berbahaya, terutama saat curah hujan tinggi.
Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat musim hujan. Masyarakat diingatkan untuk tidak memaksakan diri melewati lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan, mengingat risiko yang bisa terjadi sangat besar.
Pihak berwenang terus berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur dan akan segera merencanakan pembangunan jembatan yang lebih permanen, tetapi hal ini akan tergantung pada kondisi cuaca yang aman.
Reaksi Masyarakat Terhadap Kejadian Banjir
Keputusan untuk membangun jembatan darurat sebelumnya diambil karena mendesaknya akses transportasi bagi warga. Namun, putusnya jembatan darurat ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran terkait keselamatan, sementara yang lain merasa bersyukur masih ada jalur alternatif.
Masyarakat di sekitar pun terpaksa beradaptasi dengan situasi ini, meski akses yang terbatas mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur yang handal di daerah rawan bencana.
Dari pihak pemerintah, upaya untuk membangun kembali jembatan permanen akan dilakukan segera setelah cuaca membaik, dengan harapan dapat mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
