Pada tanggal 9 Desember 2023, Mohamad Nuh, selaku Rais Syuriyah PBNU, menyampaikan bahwa organisasi tersebut akan segera mengadakan rapat untuk menentukan jadwal Muktamar PBNU. Muktamar ini sangat penting karena akan memilih Ketua Umum secara definitif untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan sebelumnya.
Pembicaraan mengenai jadwal tersebut berlangsung dalam rapat pleno Syuriyah yang menghasilkan keputusan untuk menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum. Penunjukan ini menjadi salah satu langkah strategis menjelang Muktamar PBNU yang direncanakan berlangsung dekat dengan hari raya Idul Adha pada tahun 2026.
Nuh menjelaskan bahwa meski jadwal Muktamar belum ditetapkan, Pj Ketum Zulfa memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya hingga muktamar berlangsung. Ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dalam tubuh PBNU.
Pentingnya Muktamar bagi Organisasi Keagamaan di Indonesia
Muktamar adalah pertemuan akbar yang dihadiri oleh para anggota dan fungsionaris dari PBNU, dengan tujuan membahas berbagai isu penting yang berkaitan dengan organisasi. Dalam muktamar, keputusan strategis sering diambil untuk masa depan organisasi, termasuk pemilihan kepemimpinan.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi anggota untuk saling berinteraksi dan memperkuat solidaritas di antara anggota. Muktamar menjadi lebih dari sekadar agenda formal; ia adalah simbol persatuan dan komitmen terhadap visi bersama.
Dalam konteks PBNU, pentingnya muktamar tidak hanya terletak pada pemilihan ketua, tetapi juga pada bagaimana organisasi dapat merespons tantangan zaman dan tetap relevan dalam masyarakat. Pengambilan keputusan di muktamar dapat mempengaruhi arah organisasi dalam menjalankan program-programnya.
Kesiapan PBNU Menyambut Muktamar yang Akan Datang
PBNU tengah mempersiapkan rangkaian acara menjelang Muktamar, yang akan diawali dengan peringatan satu abad organisasi tersebut. Acara ini direncanakan akan diadakan pada 31 Januari 2026 dan diharapkan dapat menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan PBNU.
Selain peringatan tersebut, Konferensi Besar juga akan diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menjelang Muktamar. Rapat yang akan dilakukan pada tanggal 20 Desember 2023 bertujuan untuk merumuskan teknik dan strategi agar semua berjalan lancar menjelang pelaksanaannya.
Dalam konferensi ini, penting untuk menyusun agenda yang jelas agar tidak ada tumpang tindih dengan banyak kegiatan. Hal ini juga akan menjadi dasar pembicaraan mengenai isu-isu yang akan dibahas dalam Muktamar mendatang.
Konflik Internal dan Kesepakatan di Kalangan Pengurus
Di tengah persiapan tersebut, terdapat isu yang berkembang terkait dengan pemakzulan ketua umum dari kubu tertentu. Namun, mayoritas anggota tetap menunjukkan loyalitas terhadap kepemimpinan yang sudah ada. Hal ini menandakan adanya harapan untuk menyelesaikan fatwa organisasi tanpa menimbulkan perpecahan lebih lanjut.
Pernyataan yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Amin Said Husni, mengindikasikan bahwa banyak fungsi organisasi lebih memilih untuk menghentikan konflik dan mengikuti arahan kiai sepuh dalam menyelesaikan permasalahan ini. Pendekatan yang harmonis menjadi penting untuk menjaga keutuhan organisasi di tengah pergeseran yang ada.
Kesepakatan di dalam internal ini menunjukkan bahwa banyak anggota mengutamakan stabilitas daripada terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya suasana yang kondusif menjelang muktamar, sehingga semua pihak bisa fokus pada tujuan besar organisasi.
