Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan pengalaman menyedihkan saat melepas jenazah tiga pegawai kementerian yang menjadi korban kecelakaan pesawat. Dalam momen yang penuh duka tersebut, ia mengalami pingsan akibat kelelahan baik fisik maupun mental setelah peristiwa tragis yang menimpa keluarga besar KKP.
Dalam unggahan di media sosial, Menteri tersebut menyampaikan bahwa kondisi dirinya kini baik-baik saja setelah mendapatkan penanganan dari dokter. Dia mengakui bahwa seminggu terakhir sangat melelahkan bagi dirinya dan seluruh pegawai KKP, terutama setelah kehilangan anggota yang berharga.
Meski tengah memiliki tugas negara di luar negeri, Menteri KKP memastikan bahwa ia tetap menjalankan tanggung jawabnya untuk mendampingi rekan-rekan sejawat dalam situasi sulit ini. Hal ini menandakan betapa pentingnya solidaritas di antara anggota kementerian dalam menghadapi musibah.
Peristiwa Tragis Pesawat ATR 42-500 yang Mengguncang KKP
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 menjadi sebuah tragedi yang mengguncang Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pesawat tersebut kehilangan kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar, dan akhirnya ditemukan jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Dengan total sepuluh orang yang berada di dalam pesawat, kejadian ini mengakibatkan tiga pegawai KKP menjadi korban. Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif, sukses menemukan semua korban dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kecelakaan ini telah menimbulkan kesedihan yang mendalam, baik bagi keluarga korban maupun rekan-rekan di KKP. Dalam suasana duka ini, para pegawai berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mereka yang telah berpulang.
Pelepasan Jenazah dan Rasa Kehilangan di KKP
Upacara pelepasan jenazah dilakukan secara formal di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan. Menteri KKP memimpin acara ini sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pegawai yang gugur.
Saat acara berlangsung, Menteri pingsan setelah menyampaikan pidato yang menunjukkan rasa duka dan kesedihannya. Kejadian ini menambah kesedihan yang dirasakan oleh semua yang hadir, menegaskan betapa beratnya kehilangan ini.
Setelah pingsan, Menteri segera mendapatkan bantuan medis dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Situasi ini meningkatkan perhatian publik dan rasa simpati terhadap kondisi menteri di tengah tragedi yang sedang berlangsung.
Solidaritas dan Dukungan terhadap Keluarga Korban
Dalam momen duka ini, dukungan sosial kepada keluarga korban sangat penting. Banyak pegawai kementerian dan kalangan masyarakat yang secara langsung memberikan dukungan moral maupun material kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pernyataan Menteri yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan doa dan perhatian juga menunjukkan rasa solidaritas yang kuat. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya saling mendukung di saat-saat sulit.
Merespons tragedi tersebut, Kementerian KKP berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan perhatian kepada keluarga korban agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi ini. Ini membuktikan bahwa bencana, setidaknya, dapat mempererat hubungan antara anggota komunitas.
